|
Rp. 185.000
|
Bangkitnya Nasionalisme Indonesia
Budi Utomo 1908—1918
Penulis: Akira Nagazumi
Penerbit: Grafiti Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 1989, Cet. 1 Dimensi : 14.5 x 21 cm | xxviii+300 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.3 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Memang tahun 1908 sudah terasa begitu jauh dan nama organisasi Budi Utomo sudah mulai samar-samar dalam persepsi sejarah generasi sekarang, sehingga buku ini diharapkan dapat membuka pemahaman kembali mengenai apa itu Budi Utomo, apa yang pernah dikerjakannya, dan apa pula peranannya di tengah-tengah pergerakan nasional, hingga peleburan organisasi itu dalam organisasi yang lebih berorientasi Indonesia pada tahun 1935, yaitu Partai Indonesia Raya (Parindra). Setelah sekian lama banyak orang Indonesia mengenal Budi Utomo hanya lambang kebangkitan bangsa (seperti diketahui diperingati untuk pertama kali sebagai Hari Kebangunan Nasional oleh Republik Indonesia yang terancam serbuan tentara Belanda pada tahun 1948), maka sekarang inilah kesempatan untuk meluaskan pengetahuan dan persepsi kita tentang sejarah yang telah direkonstruksi sebagai hasil sebuah studi ilmiah. Dengan menggunakan bahan sumber-sumber seperti yang terdapat di Olin Library Cornell University, Algemeen Rijksarchief di Den Haag, Perpustakaan Koninklijk Instituut voor Tall-, Land- en Volkenkunde (KITLV), di Leiden, maka teisinya untuk meraih gelar Ph.D. berjudul "The Origin and Earlier Years of the Budi Utomo, 1908-1918", diterima pada bulan September 1967 oleh Panitia Ujian Universitas Cornell. Akira Nagazumi lahir di Tokyo, 20 Januari 1929 dan sejarawan ini wafat di Tokyo tanggal 10 Juli 1987. |
Home » Posts filed under Sejarah
|
Rp. 175.000
|
Politik Islam Hindia Belanda
Penulis: H. Aqib Suminto
Penerbit: LP3ES Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 1986, Cet. 2 Dimensi : 15 x 22.5 cm | xvi+260 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.4 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Juga sangat menarik gambar yang diberikan tentang para Adviseur voor Inlandsche zaken. Sistem kolonial di sini tidak hanya dibicarakan secara keseluruhan, tapi justeru perbedaan interen digambarkan dengan teliti. Khususnya pelukisan Snouck Hurgronje dan Hazeu dengan ide-idenya, diberikan kritik dan sebab mengapa usaha mereka terpaksa gagal di tengah kebijaksanaan pemerintah kolonial. Kalau Snouck Hurgronje dinilai sebagai peletak dasar politik Islam pemerintah kolonial Hindia Belanda, maka Kantoor voor Inlandsche zaken merupakan alat untuk melaksanakan ide Snouck Hurgronje tersebut. Sepanjang perjalanan sejarah, peranan kantor ini nampak mengalami pasang surut. Hal ini bukan semata-mata disebabkan oleh perbedaan kualitas para penasehat yang mengepalai kantor tersebut, tapi juga karena perbedaan kepribadian para Gubernur Jenderal yang memerintah Hindia Belanda, di samping perbedaan situasi kondisi yang mereka hadapi waktu itu, termasuk perbedaan situasi kondisi di Hindia Belanda maupun di negeri Belanda sendiri. Memang kesimpulan yang muncul dalam buku ini tidak selalu enak didengar bagi telinga orang Belanda dan Katolik, namun betapapun kenyataan sejarah toh harus diakui. jerih payah penulis akhirnya berhasil mencapai sukses, berupa sebuah buku yang menarik. |
|
Rp. 185.000
|
Misquoting Jesus
Kesalahan Penyalinan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru
Penulis: Bart D. Ehrman
Penerbit: Gramedia Jenis Cover : Hardcover Tahun Terbit : 2006, Cet. 1 Dimensi : 15 x 23 cm | xxxi+273 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.8 kg Stok : Habis Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Ketika cendikiawan Alkitab kelas dunia, Bart Ehrman, pertama kali mulai meneliti naskah-naskah Alkitab dalam bahasa aslinya, ia tercengang menyaksikan banyaknya kesalahan dan pengubahan sengaja yang dilakukan para penerjemah awal. Dalam Misquoting Jesus, Ehrman menuturkan kisah di balik kesalahan dan pengubahan yang dilakukan para penulis zaman dahulu terhadap Perjanjian Baru serta memperlihatkan dampak besarnya terhadap Alkitab yang kita gunakan dewasa ini. Ia menyusun tuturannya dengan kisah-kisah pribadi tentang bagaimana penelitiannya terhadap manuskrip-manuskrip Yunani membuat ia meninggalkan pandangan-pandangannya yang super konservatif terhadap Alkitab. Sejak adanya mesin cetak dan reproduksi yang akurat atas naskah-naskah Alkitab, kebanyakan orang beranggapan bahwa sewaktu membaca Perjanjian Baru, mereka sedang membaca salinan yang sama persis dari kata-kata Yesus atau tulisan-tulisan Santo Paulus. Tetapi, selama hampir seribu lima ratus tahun sebelumnya, manuskrip-amnuskrip itu disalin dengan tangan oleh para penyalin yang sangat dipengaruhi oleh perdebatan-perdebatan budaya, teologis, dan politis pada zamannya. Terdapat banyak kesalahan tak disengaja maupun pengubahan yang disengaja di dalam manuskrip-amnuskrip yang masih ada, sehingga pemulihan kata-kata yang asli sangat sulit dilakukan. Untuk pertama kaliny, Ehrman menyingkapkan di mana dan mengapa pengubahan-pengubahan itu dilakukan dan bagaimana para cendekiawan mulai memulihkan kata-kata asli Perjanjian Baru sedekat mungkin. Ehrman menyajikan argumen yang menghebohkan bahwa banyak kisah dalam Alkitab yang sudah akrab di telinga kita dan kepercayaan yang sudah diterima luas mengenai keilahian Yesus, Tritunggal, dan asal-usul Alkitab itu sendiri berasal dari pengubahan sengaja maupun tidak disengaja oleh para penyalin - pengubahan-pengubahan yang berpengaruh sangat hebat terhadap semua versi Alkitab setelahnya. |
|
Rp. 195.000
|
Sejarah Indonesia Modern 1200-2008
Penulis: M.C. Ricklefs
Penerbit: Serambi Jenis Cover : Hardcover Tahun Terbit : 2010, Cet. 3 Dimensi : 15 x 23 cm |xx+865 halaman Kondisi : Bekas Berat : 1.2 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Dengan mendasarkan penelitiannya pada puluhan jurnal dan lebih dari lima ratus buku, RICKLEFS mengisahkan perjalanan bangsa Indonesia dari zaman ke zaman yang penuh warna, lengkap dengan aneka persoalan dan pertikaian baik internal maupun eksternalnya. Di balik struktur narasinya, buku ini menjawab pertanyaan bagaimana komunitas-komunitas dari berbagai kepulauan Indonesia, dengan rupa-rupa etnis, bahasa, dan dalam negara-negara kerajaan yang terpisah-pisah, bisa bersatu menjadi sebuah bangsa modern. Edisi pertama buku ini diterbitkan dalam bahasa Inggris pada 1981 dan telah beberapa kali diperbarui. Buku yang ada di tangan Anda ini adalah edisi terbaru dengan perubahan pada hampir setiap bab yang mencerminkan masukan-masukan dari penelitian baru. Segala hal dalam periode sejak 1999 telah ditulis ulang secara substansial atau sama sekali baru. Kehadiran versi Indonesia ini terasa semakin lengkap karena pengarangnya khusus menuliskan perkembangan Indonesia sejak pemilu 2004 sampai tragedi Monas pada 1 Juni 2008. Padahal jihad adalah ibadah tertinggi dalam Islam dengan tujuan menegakkan kalimatullah dan menjaga hak-hak umat Islam. Islam mengajarkan syariat jihad dengan batasan dan aturan yang ketat dan rinci, tidak mengedepankan hawa nafsu dan serampangan. Jihad dalam Islam sangat menghargai nilai-nilai dan hak asasi manusia, termasuk di dalamnya hak-hak sipil. Pembunuhan dilarang kecuali terhadap yang benar-benar memerangi Islam. Tidak merusak, kecuali tempat-tempat yang menjadi basis militer. M.C. RICKLEFS adalah seorang Profesor Sejarah di Universitas Nasional Singapore. Dia pernah mengajar di Sekolah Kajian Oriental dan Afrika (Universitas London) dan Universitas Monas, serta menjadi Direktur Sekolah Penelitiantentang Asia dan Pasifik (Universitas Nasional Australia) |
|
Rp. 235.000
|
Kewibawaan Tradisional, Islam dan Pemberontakan
Kasus Darul Islam Jawa Barat
Penulis: Karl D. Jackson
Penerbit: Grafiti Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 1990, Cet. 1 Dimensi : 14.5 x 21 cm | x+393 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.55 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Buku Karl D. Jackson ini berjudul asli, Traditional Authority, Islam, and Rebelion, yang diangkat dari disertasi doktoralnya dan semula diterbitkan oleh Universitas of Callifornia di Amerika Serikat tahun 1980. Studi ini bertujuan untuk menguji sejumlah teori tentang tingkah laku politik kaum petani. Permasalahan utama dalam studi ini ialah mengapa sekelompok desa di Priangan Timur membuat pilihan-pilihan yang berbeda secara mencolok berkenaan dengan gerakan Darul Islam (DI). Hasil penelitiannya ternyata cukup mengejutkan, sebab bertolak belakang dengan asumsi umum yang selama ini kerapkali mengkambinghitamkan ideologi Islam sebagai sumbu-ledak pemberontakan Di di Jawa Barat. Hal ini sekaligus meruntuhkan argumentasi sejumlah pakar teori pemberontakan yang biasanya mengaitkan pemberontakan petani dengan sebab-sebab motif ekonomi. Gambaran Jackson mengenai masyarakat Jawa Barat atau suku Sunda sendiri, diletakkan dalam perspektif sejarah dengan latar konteks pemberontakan Darul Islam (1948 – 1968). Dalam analisis utamanya Jackson berkesimpulan bahwa integrasi politik di dalam suatu masyarakat tradisional, yakni masyarakat petani di Jawa Barat, pertama-tama bergantung pada sistem hubungan antara kewibawaan tradisional yang menjiwai kehidupan sosial masyarakat setempat, serta mepertalikan setiap desa dengan dunia politik daerah dan nasional yang ada di balik pintu gerbang desa. Dapat dikatakan, jaringan kerja warga desa Sunda terorganisasi ke dalam hubungan diadik (berpasangan) yang bersifat pribadi, menyebar, penuh perasaan dan lestari, serta difungsikan seluruhnya kepada hubungan atasan-bawahan yang akrab, sakral, dan bersifat tetap. Hakikat dari pendirian ini adalah orang desa Sunda akan ikut terlibat dalam politik nasional sesuai dengan yang didiktekan pemimpinnya dengan tak banyak memperhatikan isu ideologi dan ekonomi yang bersangkutan. Pemimpin desa dipatuhi semata-mata karena ia adalah sang ‘pemimpin’ dalam hubungan yang mungkin berlangsung beberapa dasawarsa. Dalam arti ini hubungan tradisional nyata berbeda dengan hubungan patron-klien yang lebih bersifat oportunis dan materialistis. |
|
Rp. 285.000
|
Panggil Aku Kartini Saja
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Hasta Mitra Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2000, Cet. 2 Dimensi : 14.5 x 21 cm | xxvi+262 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.55 kg Stok : Habis Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Pada zamannya Kartini adalah inspirator - tetapi sekarang, faktanya, Kartini hanyalah puing-puing yang coba dihidupkan setahun sekali. Kartini sudah kehilangan nilai simblis. Maka tidak berlebihan jika ada yang berpendapat bahwa Kartini di akhir abad 20 hanya sebuah lukisan yang dipasang di museum. Pram dalam Panggil Aku Kartini Saja, menyunting surat-surat Kartini, kemudian membahas dan mengejawantahkan sesuai dengan paham yang dipercayainya secara kental. Semuanya ini hanya pengembangan dalam bahasa Pram ataupun Nursyahbani Katjasungkana yang disesuaikan dengan tujuan masing-masing, untuk menjadikan Kartini yang cerdas ini sebagai figur yang memang sangat pas untuk dibawa ke paham apapun, karena secara tidak terduga Kartini meramu semua paham (sosialis, liberalis, demokratis, religius, feminis, dsb) dalam suatu kemasan (baca: prosentase) yang berimbang dalam sejarah hidupnya melalui tulisan. Bahasan Nursyahbani yang bersifat nostalgia, misalnya Nursyahbani dari kecil dididik oleh orang tuanya untuk menjadikan buku Habis Gelap Terbitlah Terang ini menjadi buku keramat (sesuai dengan kalimat yang diambil dari sambutan Nursyahbani : ………menyerbu buku R.A. Kartini itu dengan mencuci tangan lebih dulu……..), malah membuat ”kebesaran” Kartini menjadi lebih ”enteng”. Dalam Panggil Aku Kartini Saja, Pram juga mengulas gaung Kartini di dunia Internasional. Bagaimana Ratu Belanda saat itu mengagumi hasil karya batik buatan tangan Kartini dan ukiran kayu Jepara hasil promosi dan dorongan dari Kartini (terlihat kepedulian Kartini dalam mendorong usaha kecil masyarakat) dalam pameran hasil karya bangsa Hindia di negeri Belanda (pada saat Kartini masih hidup). Bagaimana tokoh-tokoh (bukan hanya perempuan saja) yang tertarik untuk mengutip kalimat-kalimat Kartini dan menterjemahkan ke dalam berbagai bahasa setelah surat-surat Kartini dihimpun dan diterbitkan oleh Mr. Abendanon. Di sinilah keunikan dalam membaca karya Pram, khususnya buku Panggil Aku Kartini Saja. Saya jamin pembaca juga akan diajak berdialog dengan diri sendiri oleh Pram, tidak hanya sekedar mengikuti apa kata dan cerita indah dari Pram. Dan banyak hal lain mengenai kehidupan kaum ningrat, kehidupan Kartini sendiri, maupun kehidupan rakyat jelata di jaman Kartini yang dapat di-reply ulang oleh surat-surat Kartini ke sahabat-sahabat penanya: Estelle Zeehandelaar, Nyonya H.G. de Booij-Boissevain, Nyonya Abendanon, E.C. Abendanon, Nyonya Van Kol, Dr. N. Adriani, dsb-nya. Bagaimana Kartini tidak menyukai beberapa adat Jawa yang membuat pergaulan di antara saudara menjadi kaku : Mengejutkan adat kami orang Jawa. Kalau seorang adik duduk di atas kursi dan aku hendak lalu, mestilah dia segera meluncurkan diri ke tanah dan di sana duduk menekuri tanah itu sampai aku tak nampak lagi olehnya…..(Bayangkan bila adat ini berlaku di masa sekarang). |
|
Rp. 195.000
|
Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa
Penulis: Dr. H.J. de Graaf, Dr. Th. G. Th. Pigeaud
Penerbit: Grafiti Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 1986, Cet. 2 Dimensi : 14.5 x 21 cm | xviii+339 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.65 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Karya Dr. H.J. de Graaf dan Dr. Th.G.Th. Pigeaud, De Eerste Moslimse Vorstendommen op Java, yang sekarang diterbitkan sebagai buku kedua Seri Terjemahan Javanologi, mempunyai kedudukan dan arti tersendiri di dalam riwayat perkembangan penulisan sejarah Jawa-lama. Buku ini secara khusus menyoroti abad ke-15 dan ke-16 yang merupakan permulaan periode Islam di Jawa, sebuah episode sejarah yang sebelumnya banyak dilalikan, bahkan hingga sekarang masih kurang sekali dijamah para sejarawan. Dalam buku ke-2 ini Dr. H.J. de Graaf dan Dr. Th.G.Th. Pigeaud berusaha menggambarkan sebuah episode sejarah Jawa antara zaman pengaruh Hindu-Budha dan masuknya agama Islam di Indonesia berdasarkan sumber-sumber sejarah Jawa asli, seperti Babad Tanah Djawi, Serat Kandha, Babad Mataram, dan Babad Sangkala. Dengan demikian, para pengarang tersebut telah mengoreksi "wajah" sejarah Jawa olahan ilmuwan Eropa yang selam ini diwarnai oleh informasi yang bersumber pada data-data asing saja. De Graaf dan Pigeaud berhasil melengkapi historiografi Jawa dengan menggunakan sumber-sumber Jawa sendiri. |
|
Rp. 175.000
|
Larasati
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Hasta Mitra Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2000, Cet. 1 Dimensi : 14.5 x 21 cm | viii+176 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.25 kg Stok : Habis Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku |
|
Rp. 285.000
|
Mohammad Hatta
Biografi Politik
Penulis: Deliar Noer
Penerbit: LP3ES Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 1990, Cet. 1 Dimensi : 14 x 21 cm | xiv+778 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.75 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Buku ini secara komprehensif mengungkapkan perjalanan hidup Bung Hatta dengan segal sifat, watak, pemikiran, cita-cita serta gaya hidup dan perjuangannya, termasuk pergulatan hati, hidup dan kehidupannya yang belum diketahui orang luar. |
|
Rp. 185.000
|
Runtuhnya Istana Mataram
Penulis: Dr. H.J. de Graaf
Penerbit: Grafiti Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 1987, Cet. 1 Dimensi : 14.5 x 21 cm | viii+223 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.35 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Hermanus Johannes de Graaf (1899-1984) untuk pertama kalinya mengenal sejarah Indonesia ketika dalam perjalanan ke Batavia ia membaca buku H.T. Colenbrander, Koloniale Geschiedenis. Sejak itu, sarjan sejarah Universitas Leiden, Negeri Belanda, ini bertekad mempelajari sejarah negeri ini. Sembilan tahun kemudian ia kembali ke alma maternya untuk mempertahankan disertasinya yang membicarakan pembunuhan Kapten Tack di istana Kartasura. Pernah mengajar pada Universitas Indonesia dan Universitas Leiden, De Graaf, yang pantas dijuluki Bapak Sejarah Jawa, meninggalkan karya tulis yang tidak terbilang banyaknya tentang Indonesia. |
|
Rp. 350.000
|
Munculnya Elit Modern Indonesia
Penulis: Robert van Niel
Penerbit: Pustaka Jaya Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 1984, Cet. 1 Dimensi : 15 x 21 cm | 382 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.45 kg Stok : Habis Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Studi ini bukan dan tidak dimaksudkan untuk menjadi suatu karya yang mendalam tentang sejarah Indonesia selama dua puluh lima tahun pertama abad kedua puluh. Ini hanyalah suatu tafsiran yang didasarkan pada bacaan yang luas atas tulisan-tulisan dari sumber-sumber primer dan sekunder yang telah umum diketahui, analisa dan penilaian yang hati-hati terhadap sumber-sumber keterangan yang khas seperti umpamanya percakapan-percakapan dengan sejumlah orang Indonesia dan Belanda pada tahun-tahun 1951 hingga 1953 dan arsip almarhum Graaf J.P. van Limburg Stirum. Perhatian penulis yang utama dalam mempersiapkan karya ini adalah berhubungan dengan metodologinya, Sejarah tradisional kolonial telah gagal dalam memenuhi kepentingan zaman kita dan yang telah kita ketahui telah mengalami hari-hari yang naas. Para ahli sejarah telah bereaksi dengan melepaskan fungsi mereka dalam menjelaskan perubahan di dalam masyarakat-masyarakat kolonial kepada ilmuwan tentang ilmu tingkah laku yang konsep dan metode penguraiannya tidak dapat melengkapi dirinya untuk bertindak sebagai seorang sejarawan. Akibatnya tak ada sejarah kolonial yang baru yang muncul. Karya ini dimaksudkan untuk menutup jurang pemisah ini. Pengarangnya menafsirkan, bahwa perubahan pola-pola kepemimpinan di dalam masyarakat pada perempat pertama abad ini membentuk dasar sosial bagi kemerdekaan politik pada tahun-tahun kemudiannya. "..... garis besar perkembangan elit Indonesia adalah dari yang bersifat tradisional yang berorientasi kosmologis, dan berdasarkan keturunan kepada elit modern yang berorientasi kepada negara kemakmuran, berdasarkan pendidikan," kata pengarangnya lebih lanjut, yang niscaya merupakan bahan pemikiran dan tantangan bagi masyarakat ilmiah kita untuk memberikan perbandingan, uraian dan kesimpulan lebih lanjut. |
|
Rp. 185.000
|
Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia
Survei Historis, Geografis, dan Sosiologis
Penulis: Martin van Bruinessen
Penerbit: Mizan Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 1994, Cet. 2 Dimensi : 15.5 x 23.5 cm | 256 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.65 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia merupakan sebuah buku paling pertama yang mengkaji secara tuntas - lewat survei historis, geografis, dan sosiologis - tarekat paling penting di Indonesia. Tarekat Naqsyabandiyah. Penulisnya - mantan konsultan metodologi penelitian di LIPI dan saat ini menjadi dosen tamu di Fakultas Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, yang lebih menaruh minat kepada sosiologi dan antropologi - pernah mengenal secara langsung tarekat Naqsyabandiyah di Kurdistan. Dia memperkaya kajiannya dengan mengumpulkan pelbagai macam sumber, baik melalui studi litaratur terhadap naskah-naskah klasik mengenai tarekat tersebut maupun melalui "petualangan"-nya menyusuri daerah-daerah di seluruh Indonesia untuk mengamati secara langsung dan menjumpai guru-guru tarekat terkenal. ".... karya Martin van Bruinessen ini perlu disambut secara khusus" demikian komentar Hamid Algar. "Ia tidak hanya merupakan sumbangan amat berharga untuk sejarah Islam di Indonesia, melainkan juga dapat dijadikan suatu model penelitian tentang Naqsyabandiyah di tempat-tempat lain di kawasan dunia Islam." |
|
Rp. 185.000
|
Palu Arit di Ladang Tebu
Sejarah Pembantaian Massal yang Terlupakan (1965-1966)
Penulis: Hermawan Sulistyo
Penerbit: KPG Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2000, Cet. 1 Dimensi : 14 x 21 cm | 307 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.65 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Ironisnya, sedikit sekali penelitian yang secara khusus membahas peristiwa tersebut. Hermawan Sulistyo, penulis buku ini, mencatat tak lebih dari empat penelitian yang pernah dilakukan, baik oleh sarjana asing maupun sarjana Indonesia. Kendala politis dan langkanya sumber-sumber kajian menjadi salah satu penyebabnya. Buku ini, yang diterjemahkan dari disertasi penulis di Arizona State University, Amerika Serikat, adalah salah satu dari empat penelitian tersebut. Penulis mengambil daerah penelitian di Jombang dan Kediri, Jawa Timur. Lewat penelitian di dua kota ini penulis menjawab beberapa pertanyaan: faktor-faktor apa saja yang memicu terjadinya pembunuhan massal? Apakah ada pola pembunuhan yang seragam? Benarkah tentara yang merancang operasinya? Seberapa jauh para kiai dan pemuda Ansor terlibat? Buku ini patut dibaca oleh semua kalangan agar sejarah kelam bangsa ini tidak terulang kembali. |
|
Rp. 165.000
|
Pemberontakan Tentara PETA di Cileunca Pangalengan Bandung Selatan
Penulis: Ahmad Mansur Suryanegara
Penerbit: Yayasan Wira Patria Mandiri Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 1996, Cet. 1 Dimensi : 15.5 x 21.5 cm | 300 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.65 kg Stok : Habis Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Mengapa Tentara Jepang bertindak demikian. Buku ini disusun untuk menjelaskan mengenai Perang Asia Timur Raya dan sistem pembinaan teritorial Tentara Jepang selama di Indonesia dan ternyata sistem ini dilawan oleh para Ulama dan Tentara PETA. Buku ini mengungkap pula makna sejarah, terhadap amal perjuangan Amar Soetisna yang memimpin Pemberontakan Tentara PETA di Cileunca Pangalengan Bandung Selatan |
|
Rp. 59.000
|
Sukarno Marxisme & Leninisme
Akar Pemikiran Kiri & Revolusi Indonesia
Penulis: Peter Kasenda
Penerbit: Komunitas Bambu Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2014, Cet. 1 Dimensi : 14 x 21 cm | xiv+274 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.4 kg Stok : Habis Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Buku ini menjawab pertanyaan itu dengan menyusuri kedatangan marxisme-leninisme di Indonesia dan pengaruhnya pada Sukarno, serta lebih jauh mengurai penyebarannya ke tokoh-tokoh kiri Indonesia lainnya yang ada pada awal sampai pertengahan abad ke-20. Termasuk menyingkap bagaimana pemikiran kiri Indonesia yang memainkan peran sejarah itu dihabisi melalui pembunuhan massal yang kejam pada akhir 1965. Bukan hanya partai dengan tokoh-tokohnya, tetapi juga petani dan nelayan, sehingga pemikiran kiri mengalami suatu proyek pemusnahan dan dikenang sebagai hantu yang mengerikan. |
|
Rp. 185.000
|
Sejarah Sumatra
Penulis: William Marsden
Penerbit: Komunitas Bambu Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2013, Cet. 1 Dimensi : 15.5 x 24 cm | xxxiv+598 halaman Kondisi : Bekas Berat : 1 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Mrsden memulai risetnya pada 1771. Usianya 17 tahun dan tengah di Bengkulu. Seperti seorang wartawan, ia melakukan liputan pandangan mata dan sukses antara lain karena menguasai bahasa Melayu, berbagai bahasa daerah lainnya dan etika di Sumatra. Ia mengurai karakter orang Sumatra, mulai Aceh di ujung utara sampai ke Lampung di selatan. Ia membahas tradisi, hukum adat, kearifan lokal, bahasa, aksara, penduduka asli Sumatra dan berbagai masalah yang timbul dalam kontak dengan orang asing. Dilaporkan pula soal ekologi, cuaca, sistem angin, sungai, pelabuhan di muara sungai, dataran, bukit, gunung, beragam buah, tanaman obat dan aneka bunga. Termasuk berbagai hewan. Selain itu dipaparkan fakta sejarah, kehidupan masyarakat, arsitektur dan pakaian orang Sumatra. tak lupa diungkap kekayaan hutan, bahan mineral dan rempah yang sejak zaman purbakala menjadi komoditi andalan. Marsden juga mengulas cara-cara bercocok tanam, ekstensifikasi pertanian dan perkebunan penduduk, termasuk cara-cara menangkal dan mengusir hama tanaman. Bahkan ihwal pengobatan penyakit gila pun diceritakan. Dalam penerbitan kedua Sejarah Sumatra ini dilakukan penerjemahan ulang mengacu secara ketat pada edisi ketiga yang dinyatakan Marsden paling lengkap. Kekuatan redaksionalnya semakin afdol karena ada penambahan banyak gambar sezaman yang tidak ada di dalam buku aslinya. Ini buka saja akan menguatkan imajinasi historis pembaca, tetapi lebih jauh lagi, buku ini mampu membawa pembaca memasuki terowongan waktu untuk berkelana di Pulau Sumatra dalam suasana abad ke-18 yang saat itu adalah pulau yang masih diliputi misteri. |
|
Rp. 50.000
|
Jenderal Mayor Bambang Sugeng
Pengayom dan Pemersatu Prajurit AD
Penulis: Dinas Sejarah Angkatan Darat
Penerbit: Dinas Sejarah Angkatan Darat Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2018, Cet. 1 Dimensi : 15.5 x 23 cm | x+274 halaman Kondisi : Baru (Tanpa Segel) Berat : 0.4 kg Stok : Kosong Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Lihat foto buku Sejak kecil Bambang Sugeng termasuk anak yang pemberani walaupun sedikit ada perilaku nakal tetapi masih wajar bagi anak-anak. Sifat-sifat yang demikian itu membawanya untuk masuk menjadi prajurit. Semenjak gagal cita-citanya menjadi ahli hukum Bambang Sugeng berputar haluan untuk menjadi seorang prajurit dengan mengikuti pendidikan PETA pada jaman pendudukan tentara Jepang. Ketika Indonesia memasuki jaman kemerdekaan jiwa juang yang dimiliki Bambang Sugeng terus berkobar untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia dengan masuk menjadi BKR kemudian TKR sampai berkembang menjadi TNI. Dengan ilmu yang dimiliki karier di dunia militer terus menanjak dimulai sebagai Komandan Resimen di Wonosobo sampai jabatan puncak sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-3. Setelah malang melintang di dunia militer akhirnya Bambang Sugeng beralih menjadi diplomatik dengan menjadi duta besar dibeberapa negara dan akhirnya beliau dipanggil Yang Maha Kuasa dan dimakamkan di daerah tempat perjuangan di daerah Temanggung supaya lebih dekat dengan teman-teman seperjuangan atas permintaannya. |
|
Rp. 185.000
|
Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman
Pemimpin Pendobrak Terakhir Penjajahan di Indonesia
Penulis: Tjokropranolo
Penerbit: CV Haji Masagung Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 1993, Cet. 3 Dimensi : 15 x 24 cm | xxix+329 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.85 kg Stok : Habis Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Generasi sekarang, maupun yang akan datang memperoleh bahan-bahan otentik untuk mengenal Jenderal Sudirman dan perjuangannya, karena fakta-fakta yang dikemukakannya dalam bukunya telah dipelajarinya dengan tertib dan mendalam. Juga penulis mengenal sikap politik pemimpin Indonesia dari zaman itu. B.M. Diah, Harian MERDEKA Bagaimanapun, tujuan penulis untuk memaparkan kisah penulis pribadi sebagai pengawal Pak Dirman waktu memimpin perang gerilya memang tercapai. Penulis tidak terlalu terbuai pada selfpraise yang berlebihan. Selain kisah-kisah keberhasilan, disebut juga satu dua kegagalan atau salah langkah yang dialami penulis. Jakob Oetama, Harian KOMPAS Buku ini membunuh mitos bahwa seorang pahlawan besar haruslah orang yang serta sempurna; serta kokoh dan serba kuat. Sejarah memperlihatkan bahwa Jenderal Soedirman adalah seorang yang serba sederhana yang memimpin perjoangan mendobrak penjajah Belanda dari atas sebuah tandu... Surya Paloh, MEDIA INDONESIA |
|
Rp. 125.000
|
Nusantara Sejarah Indonesia
Penulis: Bernard H.M. Vlekke
Penerbit: KPG Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2017, Cet. 4 Dimensi : 15 x 23 cm | 552 halaman Kondisi : Baru Berat : 0.5 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Tentang Majapahit, misalnya. Menurut Vlekke, kejayaan Majapahit runtuh bukan disebabkan oleh kerajaan Islam. Vlekke juga punya penjelasan menarik tentang mengapa masyarakat Jawa berbondong-bondong masuk Islam, tapi pada saat yang sama begitu bersahabat dengan tradisi lokal (sinkretis). |
|
Rp. 169.000
|
Perang Salib Sudut Pandang Islam (Edisi Baru)
Penulis: Carole Hillenbrand
Penerbit: Serambi Jenis Cover : Hardcover Tahun Terbit : 2015, Cet. 1 Dimensi : 17 x 25 cm | lxi+808 halaman Kondisi : Baru Berat : 1.2 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Sejumlah tema disajikan, untuk dapat mengungkapkan reaksi kaum muslim terhadap kehadiran Tentara Salib. Segi ideologis dikupas tuntas, dan nilai penting konsep jihad dianalisis dalam konteks direbutnya kembali Tanah Suci dan diusirnya Tentara Salib. Bagian yang lain berusaha masuk ke sisi militer, menyangkut persenjataan, jalannya peperangan, pengepungan, taktik pertempuran, benteng-benteng, dan sebagainya, dengan didasarkan pada karya-karya tulis dan sejumlah karya seni. Segi pertempuran laut yang terabaikan juga diulas mendalam. Ada pula bagian yang menggambarkan pola interaksi masyarakat muslim dengan komunitas Tentara Salib. Pada akhirnya, seluruh uraian dalam buku ini berusaha menunjukkan bagaimana peristiwa yang dikenal dengan Perang Salib itu memengaruhi dunia Islam, baik secara kultural maupun psikologis, juga dalam konteks interaksi kaum muslim dengan Barat. “Sebuah kajian yang menerobos ... sang penulis telah menempuh tantangan yang langka ... melahirkan sebuah karya monumental yang sungguh bernilai, baik bagi pakar maupun pembaca umum. Kaya data, mendalam, dan nyaman dibaca.” Journal of Islamic Studies "Sebuah karya yang baru dan inovatif. Nilai lebihnya tidak hanya terdapat dalam penuturannya yang detail, tapi juga bagaimana penulis buku ini, Carole Hillenbrand, memandu para sejarawan Barat pada bahan-bahan sumber, baik yang tak diketahui oleh mereka atau yang hanya dapat diperoleh versi terjemahannya. Untuk pembaca, karya ini memperkenalkan latar pemikiran kaum muslim Abad Pertengahan, menyajikan sebuah sudut pandang yang benar-benar berbeda tentang Perang Salib. Buku ini baik untuk dibaca oleh kalangan Barat maupun umat Islam sendiri, untuk memberi wawasan pemahaman yang lebih baik tentang peristiwa yang, hingga tingkat tertentu, turut membentuk masa kini.” Jonathan Riley-Smith, Emmanuel College, Cambridge "Dengan analisis mendalam dan bekal sumber-sumber berbahasa Arab, karya ini mencoba menjelaskan motif dan maksud kaum muslim .... Karya ini, yang menunjukkan dengan jelas dampak Perang Salib yang terus dirasakan kaum muslim hingga kini, merupakan sebuah kontribusi yang luar biasa pada kajian sejarah tentang relasi Timur dan Barat.” Anne-Marie Eddé, Université de Reims "Carole Hillenbrand membuka cakrawala dan informasi tentang pemikiran, sikap dan reaksi kaum muslim saat tentara Salib datang. Dia menunjukkan, tentara Salib membawa banyak hikmah yang tak ternilai harganya karena mereka dapat berkenalan dengan kebudayaan dan peradaban Islam yang sudah sedemikian maju. Kebudayaan yang mereka peroleh dari kaum Muslim seperti bidang militer, seni, astronomi, perdagangan, pertanian, kesehatan, kebersihan, dan kepribadian sedikit banyak telah memberikan pencerahan kepada mereka. JAWA POS |
Buku Populer
Memuat...



















