|
Rp. 45.000
|
Warga Baru
Kasus Cina di Indonesia
Penulis: Siswono Yudo Husodo
Penerbit: Yayasan Padamu Negeri Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2003, Cet. 6 Dimensi : 15 x 25 cm | x+164 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.4 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Lihat foto buku Masalah hubungan rasial yang peka dan mudah meledak itu memang tidak hanya terbatas pada masalah pribumi dan non-pribumi seperti di Indonesia saja. Persoalann ini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu dan ada di mana-mana, seperti tak akan ada habisnnya. Di Amerika ada masalah rasial kulit hitam dan kulit putih, di Afrika ada masalah rasial antara kulit hitam degan orang India, di Eropa pernah ada perburuan orang-orang Yahudi secara besar-besara, di Sri Langka ada masalah rasial antara orang-orang Tamil dengan orang Sinhala, di Iran ada masalah rasial antara orang Persia dengan orang Arab, dan di Asia Tenggara, masalah Cina, bukan hanya di Indoenesia, tetapi juga ada di Malaysia, di Thailand, Philipina, dan lain-lain. Banyak tulisan mengenai masalah rasial menggambarkan bahwa masalah rezeki atau persaingan ekonomi dianggap menjadi sumber sebab munculnya sentimen dan prasangka-prasangka, yang gampang berubah menjadi dendam kesumat yang tak berkesudahan. Kerusuhan-kerusuhan rasial yang terjadi di mana-mana, umumnya tidak jelas asal-usulnya dan seringkali bahkan tidak relevan dengan masalah pokoknya. Desas-desus dan hasutan lebih memberikan dorongan bagi tindakan-tindakan brutal yang sulit dikendalikan. Kasus kerusuhannya mungkin dapat diselesaikan dengan baik, tetapi akibat-akibatnya dapat terus berkembang menjadi dendam yang tak tapak dipermukaan. Buku ini tidak bermaksud untuk mengungkit masalah hubungan pribumi dan non-pribumi atas dasar prasangka yang emosional dan tak beralasan. Namun merupakan upaya untuk mendapatkan titik-titik persoalan yang sudah mengabur, yang mudah-mudahan dapat menjadi bahan untuk upaya penyelesaian. |
Home » Posts filed under Hukum
|
Rp. 65.000
|
Menegakkan Syariat Islam dalam Konteks Keindonesiaan
Proses Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Aspek Hukum, Politik, dan Lembaga Negara
Penulis: Hartono Mardjono, S.H.
Penerbit: Mizan Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2007, Cet. 1 Dimensi : 14.5 x 21 cm | 371 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.4 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 08892261883 Di tengah berbagai kesibukannya di bidang politik, akademis, dan kemasyarakatan, Mas Ton masih sempat merekam gagasan-gagasan cemerlangnya dalam bentuk tulisan. Buku ini menghadirkan rekaman gagasan-gagasan itu dalam tiga bidang utama: hukum, politik, dan kinerja lembaga negara. Pendekatan yang terikat nilai merupakan ciri khas Mas Ton dalam membahkas suatu persoalan. Pembicaraan tentang Hak Asasi Manusia (HAM), lembaga peradilan agama, dan demokratisasi selalu dikaitkannya dengan isu yang lebih luas, menyangkut hak dan kewajiban manusia terhadap Maha Pencipta. Oleh Karena itu tulisan-tulisan beliau mencerminkan kesungguhannya menerjemahkan kan'dungan Al-Quran di bidang hukum. Terkumpulnya pemikiran Hartono Mardjono dalam satu buku seperti ini menghadirkan dimensi baru bagi pemikiran hukumnya yang kukuh. |
|
Rp. 48.000
|
Peralihan Kekayaan dan Politik Kekuasaan
Penulis: David S. Powers
Penerbit: LKiS Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2001, Cet. 1 Dimensi : 14.5 x 21 cm | xvi+314 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.4 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Buku ini adalah suatu kajian mengenai ajaran yang dianggap sebagai (sistem ajaran) yang otentik dan (sistem ajaran) historis. Pokok kajiannya adalah hukum Islam, lebih khusus lagi, hukum waris Islam. Menurut penulis, apa yang dikenal sebagai "hukum waris Islam" adalah sesuatu yang baru terbentuk pada peralihan kekayaan antargenerasi pada abad pertengahan di Spanyol dan Afrika utara. Hukum waris Islam ini sangat berbeda dengan apa yang disebutnya sebagai "hukum purwa Islam", yang menurut rekonstruksi historis dan analisis literer penulis, sunggüh-sungguh diterima Nabi Muhammad. Lantas mana yang otentik? Apakah kita perlu menyandarkan keyakinan ajaran pada —salah satunya— otentisitas? Adakah yang otentik itu? Bagaimana dan siapa yang berhak menentukan otentik dan tidak otentik? Apakah yang kita yakini sungguh-sungguh otentik? |
|
Rp. 49.000 |
Revolusi Permanen
Teori Revolusi Sosialis untuk Dunia Ketiga
Penulis: Trotsky
Penerbit: Resist Book Jenis Cover: Softcover Tahun Terbit: 2013, Cet.2 Dimensi: 14 x 21 cm | - halaman Kondisi: Baru Berat: 0.5 kg Stok: Kosong Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Trotsky buka hanya seorang pemikir Marxis yang tajam, peran besarnya dalam Revolusi Oktober 1917 tak ada yang memungkiri. Ia adalah pendiri sekaligus komandan Tentara Merah. Ia memimpin perjuangan melawan birokratis Menyusul diterbitkannya Revolusi Permanen pada bulan Maret 2009 di Indonesia, yakni penerbitan karya Leon Trotsky untuk pertama kalinya di Indonesia, sang penyunting karya ini – dengan bantuan kawan-kawan seperjuangan lainnya, seperti kawan Rafiq sebagai penerjemah, kawan-kawan Resist Jogja, kawan Alan Woods yang berkenan menuliskan kata pengantar, dan kawan-kawan lainnya yang telah mendukung secara moral maupun finansial – dengan bangga mempersembahkan Revolusi yang Dikhianati kepada rakyat pekerja Indonesia. Ditulis oleh Trotsky pada tahun 1936 ketika berada dalam pengasingannya di Norwegia, Revolusi yang Dikhianati adalah salah satu karya yang paling bersejarah di dalam pemikiran Marxisme. 80 tahun sebelum Revolusi yang Dikhianati ditulis, Marx yang masih muda pada saat itu menulis bahwa dengan basis teknologi dan tingkat produksi yang rendah “hanya kemiskinan yang akan menjadi umum, dan dengan kemiskinan maka perjuangan untuk kebutuhan hidup akan dimulai kembali, dan semua sampah lama itu akan bangkit lagi.” Inilah yang menjadi premis utama dari analisasi Stalin, yang membuatya diusir dari Uni Soviet. |
|
Rp. 50.000
|
Pembatasan Konstitusional Kekuasaan Presiden RI
Penulis: Dr. John Pieris, SH., MS
Penerbit: Pelangi Cendekia Jenis Cover: Softcover Tahun Terbit: 2007, Cet.1 Dimensi: 16 x 24 cm | x+304 halaman Kondisi: Baru Berat: 0.7 kg Stok: Tersedia Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Dalam perspektif pembatasan kekuasaan Presiden, sebenarnya ada korelasi antara kekuasaan Presiden dengan masa jabatannya. Jik masa jabatan Presiden tidak dibatasi secara tegas dan jelas, maka Presiden dpat memperluas, memperkuat dan memperpanjang jabatannya selama ia mau. Penulis berpendapat, untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan sekaligus menghindari pemerintahan yang otoriter dan totaliter, tidak ada jalan lain, kecuali mengatur sistem pemerintahan secara demokratis. Pertanyaan yang paling penting di bidang filsafat dan politik, bukanlah "siapa yang harus memerintah", tetapi bagaimana ita mengurangi terjadinya pemerintahan yang salah (How can minimize misgovern?), baik dalam arti mencegah timbulnya pemerintahan yang jelek di masa depan, maupun mengurangi konsekuensi negatif dari pemerintahan yang jelek di masa sekarang. Dengan pengertian lain, konstitusi yang didambakan adalah sebuah konstitusi yang tidak membuka peluang adanya praktek ketatanegaraan diktatoral (constitusional dictatorship). |
|
Rp. 58.000
|
Menjaga Rumah Kebangsaan
Editor: Imran Hasibuan
Penerbit: Q-Communication Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2009, Cet.1 Dimensi : 18 x 25 cm | 340 halaman Kondisi : Baru Berat : 0.9 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Persis seperti ucapan Cicero itulah tujuan buku ini disusun dan diterbitkan. Sosok Haji Muhammad Taufiq Kiemas—atau lebih dikenal luas dengan sapaan Bung TK—sejatinya sudah dikenal luas di kalangan perpolitikan nasional. Tapi, jabatan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) sejak awal Oktober 2009 lalu, telah menempatkan sosok Taufiq Kiemas dalam sebuah ruang publik yang lebih luas dan terbuka. Sebelumnya telah terbit dua buku mengenai Bung TK, yaitu: “Tanpa Rakyat Pemimpin Tak Berarti Apa-apa: Jejak Langkah 60 Tahun Taufiq Kiemas” (Pustaka Sinar Harapan, 2002) dan “Jembatan Kebangsaan: Biografi Politik Taufiq Kiemas” (Q-Communication, 2008). Namun, suasana politik ketika kedua buku itu ditulis tentunya berbeda dengan situasi sekarang, dimana Bung TK telah menjabat sebagai Ketua MPR—sebuah jabatan publik yang sangat terhormat dalam tatanan kenegaraan Republik Indonesia. Dalam perjalanan hidupnya hingga menduduki jabatan publik sebagai Ketua MPR, Bung TK telah mengalami pasang surut serta pahit-manisnya pentas politik nasional. Dalam rentang waktu kehidupan itu berbagai gagasan dan tindakan yang berkaitan dengan dunia politik lahir dari seorang TK. Gagasan dan tindakan tersebut merupakan respon Bung TK terhadap perkembangan situasi politik di masyarakat. Sebagai politisi, tentunya Bung TK memiliki insting untuk mengukuhkan eksistensi, mengonsolidasi posisi, dan sekaligus memperbesar pengaruh politiknya, baik di dalam partai (PDI dan PDI Perjuangan) maupun pentas politik nasional. Dalam bahasa popular yang sering disampaikan Bung TK sendiri: “Seorang politisi sejati itu nggak ada matinya”. Gagasan atau ide merupakan hal yang penting dalam dunia politik. Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden pertama Republik Indonesia, dalam salah satu pidatonya mengatakan: “…suatu ide yang agung dan luhur selalu menjadi lokomotif sejarah. Suatu ide kalau sudah masuk ke dalam kalbu dan pikiran sesuatu rakyat, dapatlah menjadi petir yang sambaran-sambarannya dapat menerangi angkasa sejarah. Malah guruh gunturnya masih akan terdengar, kalaupun sinar-sinar sambarannya lama sudah tak kelihatan lagi.” Di dalam buku ini, kami mencoba merekam berbagai gagasan, sikap, dan tindakan politik yang pernah dilakukan Bung TK dalam perjalanan hidupnya. Sejak kecil dan remaja, ia telah belajar bersikap sebagai seorang republiken. Arus sejarah kemudian membawanya menjadi seorang nasionalis yang selalu memperjuangkan tegaknya persatuan dan kebhinnekaan di negeri ini. Sosok Bung TK sendiri, seperti dikatakan seorang pengamat, bagaikan “jembatan kebangsaan” yang selalu siap menghubungkan berbagai kepentingan yang beraneka-ragam dalam pentas perpolitikan nasional. Dalam konteks itu, salah satu gagasan Bung TK yang pantas dicatat adalah tentang menjadikan PDI Perjuangan sebagai “Rumah Besar Kaum Nasionalis”. Konsepsi “Rumah Besar Kaum Nasionalis” ini sejatinya merupakan aktualisasi gagasan-gagasan Bung Karno tentang keindonesiaan dan nasionalisme. Bung Karno sendiri pernah menegaskan suatu kondisi bahwa menerima Pancasila dan menerima Indonesia hanya bisa dilakukan apabila kita menerima keadaan pluralisme. Dengan demikian, jelaslah bahwa Pancasila merupakan simbol pemersatu (sign of unity) karena ia berada ditengah-tengah landscape anthropologis dan sosiologis yang berbeda-beda dan beragam. Gagasan Bung TK lainnya yang kami rekam dalam buku ini, diantaranya, berkaitan dengan pengembangan demokrasi; kepemimpinan politik; dan membangun kaum borjuasi nasional. Adapun berbagai tindakan politik yang dilakukan tak terlepas dari kesadaran Bung TK sebagai seorang pemimpin politik. Bagi beliau, menjadi pemimpin politik didasari keterpanggilan untuk memperbaiki bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. Kepemimpinan politik yang negarawan sangat terkait dengan komitmen kebangsaan dan kenegaraan. Layaknya seorang negarawan, Bung TK senantiasa memikirkan yang terbaik bagi bangsa dan negara dan memegang komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi kebangsaan, kerakyatan, bahkan kemanusiaan universal. Berbagai gagasan dan tindakan politik Bung TK dilandasi semangat beliau untuk menjaga rumah kebangsaan Republik Indonesia agar tetap berdiri tegak dan memberikan kenyamanan bagi para penghuninya: segenap anak bangsa Indonesia. Dengan jabatan sebagai Ketua MPR-RI yang kini disandangnya, tanggungjawab itu menjadi lebih berat. Untuk itu, Bung TK sudah menyatakan kesiapannya untuk mengawal konstitusi dan menjaga rumah kebangsaan sepanjang hayat masih dikandung badan. Dengan kerendahan hati, kami menghadirkan buku ini ke hadapan pembaca. Sebagaimana lajimnya, kami mengakui masih ada kekurangan disana-sini. Dan akhirulkalam, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan buku ini. Tanpa keringanan tangan mereka, buku ini tak bisa hadir ke hadapan pembaca. |
|
Rp. 85.000
|
KudetaTeori dan Praktek Penggulingan Kekuasaan
Penulis : Edward Luttwak
Penerbit: Bentang Jenis Cover : Soft Cover Tahun Terbit : 1999, Cet.1 Dimensi : 15 x 21.5 cm | xx+296 halaman Kondisi : Bekas Berat : 0.5 kg Stok : Kosong Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Tetapi sejarah mencatat, "revolusi rakyat" hampir tidak pernah berhasil menggulingkan kekuasaan. Militerl-lah yang paling sering melakukan kudeta, dan berhasil. |
|
Rp. 66.500 |
Mengelola Keragaman di IndonesiaAgama dan Isu-Isu Globalisasi, Kekerasan, Gender, dan Bencana di Indonesia
Editor: Bernard Adeney-Risakotta
Penerbit: Mizan Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2016, Cet.1 Dimensi : 15 x 23 cm | 356 halaman Kondisi : Baru Berat : 0.5 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Bagian pertama menelaah sejarah keragaman agama di Asia dan berbagai strategi untuk menciptakan kerukunan hidup dalam beragama. Bagian kedua mengkaji dampak globalisasi terhadap agama-agama dan bagaimana modernitas di Indonesia tidak selalu sama dengan modernitas di negara-negara Barat. Bagian ketiga menelisik hubungan agama dan kekerasan. Bagian keempat membahas bagaimana agama-agama mengelola hubungan perempuan dan laki-laki. Bagian kelima lebih fokus kepada sumbangsih agama, adat dan ilmu pengetahuan modern dalam menghadapi bencana-bencana di Indonesia. Sebagai pemungkas, buku ini menghadirkan refleksi tentang bagaimana studi agama bisa membantu kita mengelola keragaman secara sehat. |
|
Rp. 45.000
|
Tuhan Pergunakanlah Hati, Pikiran dan TangankuPledoi Omar Dani
Penulis : Benedicta A. Surojo, JMV. Soeparno
Penerbit: ISAI Jenis Cover : Soft Cover Tahun Terbit : 2005, Cet.3 Dimensi : 14.5 x 21 cm | xliii+375 halaman Kondisi : Baru, Stok Lama Berat : 0.5 kg Stok : Terjual, Stok Kosong Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK "Banyak hal baru yang diungkapkan dalam buku ini, misalnya banyak orang tak tahu, bahwa Omar Dani pergi ke Phnom Penh atas perintah Presiden Soekarno. Kemudian juga peristiwa semasa Omar Dani berada di dalam Komando Mandala Siaga (Kolaga), dimana pak Harto juga ada di sana. Perubahan atau pergantian pimpinan di kolaga itu adalah hal yang paling baru, dan ada bukti-bukti otentik, kita berikan dalam attachment," ujar Soerojo yang mengenal Omar Dani sejak usia 12 tahun ketika bersama ayahnya pak Soerojo mengunjungi Omar Dani di penjara Nirbaya pada tahun 1966. Judul Buku "Tuhan, Pergunakanlah Hati, Tangan, dan Pikiranku" adalah cuplikan doa Omar Dani dalam kesendiriannya di kamar tahanan mempersiapkan pledoi beberapa saat menjelang sidang Mahmilub. Dalam buku ini diungkapkan keterpojokan Omar Dani berhadapan dengan kekuatan propaganda media massa. Omar Dani akhirnya dinyatakan bersalah dan divonis hukuman mati. Ia bebas pada tahun 1995, setelah menjalani hukuman selama 29 tahun 4 bulan. Direktur penerbit ISAI yang menerbitkan buku ini, Bimo Nugroho, mengungkapkan betapa pada tahun 1965-1966, adalah tahun-tahun yang gelap bagi generasi yang lahir sesudah itu. Fakta sejarah yang didapatkan di bangku sekolah adalah sejarah versi penguasa. "Buku ini tidak sekedar pledoi, tapi secercah jawaban, tentang masa yang tidak jelas itu," ujarnya. |
|
Rp. 48.000 |
Kerancuan Memahami IslamDi Balik Kesibukan Salafi Wahabi Menuduh Bid'ah Amaiah-Amaliah Ahlussunnah Wal Jama'ah
Penulis : Nurhidayat M. Nur
Penerbit: Pustaka Pesantren Jenis Cover : Soft Cover Tahun Terbit : 2012, Cet.1 Dimensi : 15.5 x 23.5 | 304 halaman Kondisi : Baru, Tanpa Segel Berat : 0.45kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Lebih dari delapan puluh permasalahan yang sering disalahpahami akan dihadirkan dan dieksplorasi. Beberapa hal yang dibahas antara lain: * Hadits Ahad dalam Akidah * Status Hadits Lewat Ilham * Walimah Kematian * Dzikir Bersama-Sama * Doa dan Dzikir Setelah Shalat * Sanad Dzikir Tarekat Shufi * Nur Muhammad * Tawassul dengan Derajat Nabi * Shalat Nishfu Sya’ban * Membaca Yasin di Kuburan * Bid’ah Hasanah * Peringatan Haul * Kerancuan Hukum-Hukum Wahabi * Dan Kerancuan dalam Permasalahan Lain Buku ini mengajak kita mengupas berbagai permasalahan itu sekulit demi sekulit. Dengan demikian, semoga mendung kekeliruan di tengah kita menjadi sirna. Agar semua kita, tanpa melihat siapa, kelompok ataupun aliran apa, bisa menilai sesuatu secara lebih objektif. Juga supaya kita lebih toleran terhadap perbedaan dan lebih bersungguh-sungguh dalam berusaha mengetahui kebenaran. |
Buku Populer
Memuat...









