|
Rp. 48.000
|
Skeptisisme dan KebebasanPembelaan Modern Untuk Liberalisme Klasik
Penulis: Richard A. Epstein
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia Jenis Cover: Softcover Tahun Terbit: 2006, Cet.1 Dimensi: 15.5 x 23 cm | xv+455 halaman Kondisi: Bekas Berat: 0.5 kg Stok: Kosong Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Dengan beranjak dari sejumlah argumen dari ilmu ekonomi, tradisi liberalisme yang berakar pada hak-hak kodrati, pemikiran Friedrich Hayek, dan khazanah bacaan yang ditawarkan teori "pilihan rasional",Epstein mencoba memutakhirkan tradisi liberalisme klasik. Dia mulai melancarkan upayanya dengan menunjukan bahwa tradisi liberalisme klasik mengakui permanennya sifat dasar dan kebutuhan manusia, yang tampak dalam pengalaman sehari-hari maupun dalam berbagai eksperimen empiris ilmu sosial. Epstein mencoba menunjukan bahwa premis-premis liberalisme adalah lebih dari sekedar dedukasi rasional dari prinsip-prinsip filsafata priori. Dia mengingatkan bahwa kata alamiah dalm hukum kodrati yang mendedahkan Darwinisme sosial mentah atau sebagai suatu utilitarianisme sempit yang gagal menegakan prinsip permanen atau kebenaran apapun. Liberalisme yang otentik, dalam paparan Epstein, menaruh kepercayaan pada otonomi individu, pada hak-hak kepemilikan yang ditetapakan hukum , dan pada suatu sistem ganti-rugi yang mengimbangi tidak idaelnya isu "paksaan dan penipuan" dalam dunia nyata. Namun, seorang liberal tulen bukanlah seorang anakis dan tidak menganggap negara sebagai musuhnya. Seorang liberal tulen tidak ragu mengakui bahwa pemerintahan yang terbatas membutuhkan kewenangan koersifnya sendiri. Pada akhirnya, menurut Epstein, pemerintah yang terbatas pada dasarnya adalah "suatu pekerjaan yang sangat besar dan rumit". Yang terpenting, sekalipun pemerintahan yang terbatas ( yang disebutnya sebagai legaland polical institutions) telah terbangun, menurut Epstein itu belumlah cukup bagi tegaknya sebuah masyarakatliberal. Yang juga diperlukan adalah para penyelenggara yang tercerahkan dan publik-termasuk para elit bisnis, politik, intelektual, dan bisnis-yang cerdas. Namun sebelum pemerintahan yang terbatas itu terbangun, yang dibutuhkan dalah suatu pemahaman yang benar terhadap peran negara dalam masyarakat bebas. Buku ini menawarkan pemahaman ini. |
Home » Posts filed under Yayasan Obor Indonesia
|
Rp. 85.000 |
Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950Kesaksian Perang pada Sisi Sejarah yang Salah
Penulis: Gert Oostindie
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia Jenis Cover : Soft Cover Tahun Terbit : 2016, Cet.1 Dimensi : 16 x 24cm | xxvi + 372 halaman Kondisi : Baru Berat : 0.45 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Buku ini didasarkan atas pelbagai surat, buku harian, buku kenangan, dan memoar mereka. Apa yang terungkap tentang tindak kejahatan perang itu seringkali mengejutkan. Tetapi juga menyangkut tema-tema lain: ketegangan antara misi Belanda dan realita di tempat yang sulit dikendalikan; sikap mengerti atau tidak mengerti tentang orang-orang Indonesia dan perjuangan mereka untuk merdeka; frustrasi-frustrasi terhadap pimpinan militer dan politik; ketakutan, rasa dendam dan malu; kebosanan dan seks; merasa asing di tanah Hindia dan juga di rumah sepulang mereka ke negeri Belanda; kemarahan atas tahun-tahun yang hilang dan rasa kurang dihargai. Dalam Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950 cerita-cerita dari para serdadu ini dikemukakan dalam konteks perang dekolonisasi yang lebih luas dan cara mengatasinya di Belanda. |
|
Rp. 86.000 |
Malam Bencana 1965 Dalam Belitan Krisis Nasional (Buku ke-3)
Penulis: Taufik Abdullah, Sukri Abdurrachman, Restu Gunawan
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia Jenis Cover : Soft Cover Tahun Terbit : 2014, Cet.1 Dimensi : 16 x 24cm | xxxiv + 472 halaman Kondisi : Baru, Tanpa Segel Berat : 0.6kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Maka sejara kehidupan bangsa dan kenegaraan pun memasuki zaman baru – zaman yang telah ditempa oleh berbagai corak krisis dan konflik, serta dibayangi oleh dendam yang tak mudah terlupakan. Dilandasi hasrat kembali ke idealisme bangsa dan landasan kenegaraan yang otentik, Orde Baru pun memulai karirnya dengan menampilkan diri sebagai representasi Pancasila dan UUD 1945 yang murni. Zaman yang diwarnai kehidupan serba revolusioner diakhiri, dan periode “pembangunan nasional” dan kesetiaan pada keharusan sistem demokrasi – meskipun secara prosedural saja – dimulai dengan penuh semangat. Ketika inilah pemikiran tentang kebijaksanaan sosial-ekonomi yang sempat terabaikan dihidupkan kembali, dan dunia sastra kembali mengarungi lautan imajinasi yang tanpa tepi. Akhirnya, biarlah renungan pada pengalaman aktual dari masa Orde Baru emberi arti dari kisah “berakhir” dan “bermulanya” rezim kekuasaan dalam dinamika kehidupan bangsa. |
|
Rp. 50.000 |
Ingin Tahu Sejarah Seksualitas
Penulis : Michel Foucault
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia Jenis Cover : Soft Cover Tahun Terbit : 2008, Cet.1 Dimensi : 14 x 21cm | 208 halaman Kondisi : Baru Berat : 0.25kg Stok : Tersjual, Stok Habis Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Inilah kalimat awal ulasan Foucault seputar tema seks dan kekuasaan. Buku ini mempertanyakan perkembangan sikap dan wacana masyarakat Eropa terhadap seksualitas selama tiga abad ini. Membaca Foucault berarti memasuki penalaran tajam dan rumit membongkar segala teori dan persepsi tentang perilaku kita. Mereka, manusia menjadi telanjang. Tapi kearifan barangkali ada di ujung jalan. |
Buku Populer
Memuat...



