Rp. 55.000
|
Kesultanan Palembang dalam Pusaran Konflik (1804-1825)
Penulis: Farida R. Wargadalem
Penerbit: KPG Jenis Cover : Softcover Tahun Terbit : 2017, Cet. 1 Dimensi : 16 x 24 cm | xiv+287 halaman Kondisi : Baru Berat : 0.7 kg Stok : Terjual, Stok Kosong Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Pendudukan Inggris atas Batavia dimanfaatkan oleh sultan Palembang untuk mengusir orang Belanda pada bulan September 1811. Peristiwa ini pemicu keterlibatan Inggris secara langsung di kesultanan Palembang. Selama periode 14 tahun yang berikutnya Palembang mengalami sejarah yang kacau. Inggris dan Belanda saling merebut kesultanan sambil memengaruhi suksesi pemimpin di atas taktanya. Ekspedisi Inggris pada tahun 1812 disusuli pemerintahan Inggris di Palembang selama empat tahun. Dengan ditandatanganinya Traktat London (1814), orang Belanda kembali memerintah Palembang tetapi mereka berhadapan dengan perlawanan Inggris dan terutamanya perlawanan sultan-sultan Palembang. Sesudah dua kali perang Palembang- Belanda di 1819 dan 1821, kesultanan runtuh dan dihapuskan oleh pemerintah kolonial pada tahun 1825. Berdasarkan khususnya bahan arsip Belanda serta sejumlah kesaksian langsung, buku ini memaparkan secara terperinci peristiwa-peristiwa, tokoh-tokoh dan latar belakang internal maupun eksternal sejarah politik dan ekonomi kesultanan Palembang pada awal abad ke- 19. Isi dan pesan yang disampaikan buku ini sangat relevan dengan pengalaman bangsa Indonesia dewasa ini, baik dari segi maraknya konflik serta keinginan anak bangsa merekonstruksi sejarah. Buku ini sangat penting dibaca oleh berbagai pihak, mulai lapisan elit dan pengambil kebijakan, serta para mahasiswa dan peminat sejarah yang ingin melihat sejarah dalam bentuk (narasi) baru. (Prof. DR. Gusti Asnan, Guru Besar Sejarah FIB Universitas Andalas) Buku ini memberikan kita pemahaman tentang kegigihan Sultan Mahmud Badaruddin Il menghadapi dua kekuatan, Belanda dan Inggris, yang bersaing memperebutkan kesultanan Palembang. Patut dibaca tidak hanya untuk para sejarawan dan ilmuwan sosial, tetapi juga para pengambil kebijakan. (DR. Erwiza Erman, peneliti senior Pusat Penelitian Sumberdaya Regional, LIPI) Dengan menyisihkan subyektivitas dalam interpretasi atau pemilihan jenis data, aspek originalitas dan legalitas, karya sejarah ini sangat terdukung oleh penggunaan arsipnya. Karya Dr. Farida R. Wargadalem ini menjadi salah satu dari sedikit karya sejarah era kolonial, khususnya mengenai Sumatra Selatan yang berkualitas melalui penggunaan sumber primernya. (Dr. Harto Juwono, M.Hum, sejarawan) |

BUKU LAINNYA :

Sukarno: A Political Biography

Republik

Misquoting Jesus

Panggil Aku Kartini Saja

Larasati

Fiqih Jihad

Max Weber Sebuah Khazanah

Gadis Pantai

Runtuhnya Istana Mataram

Palu Arit di Ladang Tebu

Nusantara Sejarah Indonesia

Kepulauan Rempah-Rempah

Makassar Abad XIX

Orang Indonesia & Orang Prancis

Banten

Negara dan Kekuasaan di Jawa Abad X...

Bangkitnya Nasionalisme Indonesia

Politik Islam Hindia Belanda