Penulis: Anders Uhlin
Penerbit:
Mizan
Jenis Cover: Soft Cover
Tahun Terbit: 1998, Cet.1
Dimensi: 15.5 x 23.5 cm | xxiv+307 halaman
Kondisi:
Bekas
Berat: 0.4 kg
Stok:
Tersedia
Pemesanan: SMS/WA 081212-088121
Beli di:
BUKALAPAK
Tuntutan reformasi yang dipelopori mahasiswa berbuah pengunduran diri Soeharto pada 21 Mei 1998. Banyak orang menarik napas lega, serasa lepas dari terowongan sesak yang melingkupi negeri ini selama tiga dekade lebih. Peristiwa ini dapat dilihat sebagai bukti besarnya pengaruh gelombang gerakan prodemokrasi dan demokratisasi yang mulai berkembang di Asia Tenggara sejak sepuluh tahun terakhir. Banyak pihak menyatakan mundurnya Soeharto adalah syarat awal bagi tegaknya demokrasi Indonesia. Tetapi, apakah penumbangan sebuah rezim otoriter identik dengan demokratisasi?
Buku ini memuat analisis tajam dan terinci tentang gerakan prodemokrasi Indonesia beserta konteks politiknya sejak masa 1960-an hingga kini. Fokus utama analisis terletak pada cara aktor-aktor prodemokrasi Indonesia mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa terkait dengan penegakan demokrasi di luar negeri. Secara khusus penulis memberikan penekanan pada fenomena menarik yang terjadi antara Islam dan demokrasi sebagai salah satu wacana pendorong demokratisasi. Ditulis berdasarkan wawancara dengan sejumlah besar aktor prodemokrasi Indonesia dari kalangan LSM, intelektual, aktivis mahasiswa, dan kelompok oposan lainnya, buku ini menjadi bacaan mencerahkan yang menyingkap kemelut perpolitikan Indonesia serta pertarungan ide para oposan Orde Baru menyongsong era demokrasi di Indonesia.