Rp. 23.000 |
Dari Lembah Cita-Cita
Penulis : Prof. Dr. Hamka
Penerbit: Gema Insani Press Jenis Cover : Soft Cover Tahun Terbit : 2016, Cet.1 Dimensi : 13 x 18 cm | 116 halaman Kondisi : Baru Berat : 0.2 kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK Bermula dari kedatangan dua orang pemuda yang penuh gelora menyalakan api semangat membangun Tanah Air. Dialah Drs. Zainul Yasni dan seorang temannya, bertanya pada Buya Hamka mengenai rahasia sukses kejayaan bangsa Arab di bawah Kerasulan Nabi Muhammad saw. Padahal hanya dalam waktu 23 tahun saja, bangsa Arab menjadi negeri yang besar, kuat, dan memiliki riwayat gemilang hingga berabad-abad lamanya. Mengawali penjelasannya, Prof. Dr. Hamka menerangkan beberapa ingatannya dari buku yang pernah ia baca tentang kemakmuran beberapa negara berawal dari semangat kaum muda. Advokat muda dari Afrika Selatan, pemuda Sun Yat Sen dari daerah Hsiang Shan di Provinsi Kwantung, beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi di Leiden salah satunya Hatta berusia 25 tahun, dan Soekarno berusia 28 tahun dari Indonesia. Merekalah pemuda bangsa dari negara asalnya yang berjiwa kuat mempertahankan tanah kelahirannya, tanah airnya tercinta. Tepatlah bagi Hamka untuk menuliskan perkataan Rasulullah bahwa pemuda itu menggunakan kegilaannya sebagai alat mengadakan sesuatu yang belum ada. Namun, bukan berarti kaum muda ini menciptakan sesuatu yang masih misteri, melainkan hanya membangkitkan sesuatu yang masih tersembunyi. Menilik kembali rahasia besar kejayaan bangsa Arab, Prof. Dr Hamka mengulas lebih dalam pada sosok pemuda utusan Allah Azza wa Jalla. Dialah Nabi Muhammad saw. Bangsa Arab yang pernah mengalami masa kegelapan bernama Jahiliyah, berhasil bangkit menuju masa pembebasan dari belenggu perbudakan, penyembahan berhala, dan perebutan kekuasaan antar kaum. Dimulai pengangkatannya sebagai Rasulullah, Nabi Muhammad saw. melepas semua ikatan penderitaan itu dengan membawa agama Islam sebagai kepercayaan yang rahmatan lil’alaamiin. Hijrah dari Kota Mekah menuju Madinah demi menyebar agama Islam dan mengenalkan adanya Tuhan Yang Esa, Allah Azza wa Jalla. Dialah yang menciptakan bumi beserta isinya, Allah lah yang menggerakkan segala yang terjadi di dunia dan alam akhirat. Pengikut Rasulullah saw. kala itu pun sebagian besar diisi oleh para pemuda. Kaum muda yang penuh semangat berapi-api berjuang memerdekakan diri dengan agama dan negerinya. Ketika itu, ajaran pertama yang diberikan Rasulullah adalah ilmu tauhid. Dengan menanamkan kehadirat Allah dalam jiwa manusia, niscaya segala perintah dan larangan-Nya akan didengarkan dan diterapkan. Diikuti selanjutnya dengan ajaran mengenai perintah sholat, puasa, zakat, dan naik haji. Itulah yang menggenapi kelima rukun Islam. Nabi Muhammad saw. juga membangun negerinya di masa penyebaran Islam yang disertai dengan keimanan. Percaya pada keenam rukun iman yang meliputi iman pada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, nabi-nabi, pada hari akhir, dan pada takdir. Sekuat jiwa dan raga, para pemuda terdahulu selalu menanamkan hal ini dalam membangun bangsa hingga beratus-ratus tahun lamanya, sejak Rasulullah wafat. Di sinilah kuncinya, membawa agama Islam dalam kehidupan bernegara, menghadirkan Allah ke dalam jiwa manusia terutama kaum muda dengan beribu cita dan semangat juang. Menggunakan “kegilaan” nya dengan jalan yang lurus, sesuai petunjuk Illahi Robbi. Melalui buku Dari Lembah Cita-Cita ini, Buya Hamka mengajak kita untuk menyuarakan kepada para pemuda bahwa sematkanlah Allah, Nabi Muhammad, dan Islam dalam hati. Amalkanlah dalam kehidupan, niscaya negeri ini—Tanah Air Indonesia akan senantiasa makmur sebagaimana yang telah dialami pemuda-pemuda terdahulu pengikut Rasulullah saw. Negara yang merdeka, dibangun berpuluh-puluh tahun. Maka dari itu, para pemuda harus membina cita-cita dalam sanubari mereka. Cita-cita seperti apa? Asa untuk membangun dan mempertahankan negeri agar tetap merdeka sesuai hakikatnya, dengan arti yang sebenarnya. Memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya, membawa Islam sebagai pedoman dan penggerak hidup kita dalam mempertahankan kokohnya negeri. Hingga mewariskannya kepada anak dan cucu, saat masa senja tiba hingga raga tak lagi bernyawa. Yang tinggal hanyalah nama. Sejauh mana kontribusi kita sebagai umat Islam, sekaligus warga negara Indonesia dikenang generasi selanjutnya. Buku Dari Lembah Cita-Cita inilah yang merekam jejak sejarah Prof. Dr. Hamka dalam perjuangan menebar semangat bagi kaum muda.Terutama yang mendapat didikan Islam dan di awal masa kemerdekaan. Buku ber-cover kuning kecokelatan bak sinar mentari di atas tanah tandus ini, akan membuat generasi muda menambah porsi semangat juang dalam membela agama dan bangsa. Setidaknya, dimulai dari diri sendiri. Menumbuhkan kecintaan pada Sang Pencipta, seiring langkah mempertahankan kemerdekaan negeri. |

BUKU LAINNYA :

Filsafat Ilmu: Perspektif Barat dan...

Angkatan Baru

Dari Hati ke Hati

Pandangan Hidup Muslim

Keadilan Sosial Dalam Islam

Kesepaduan Iman dan Amal Saleh

Perang Salib Sudut Pandang Islam (E...

Islam Doktrin dan Peradaban

Dekonstruksi Gender

Islam, Negara & Civil Society

Islam, Pancasila dan Pergulatan Pol...

A Nation in Waiting

Digital Fortress

Budi Utomo Cabang Betawi

Membendung Militansi Agama

Islam Doktrin dan Peradaban

Iluminasi Dalam Surat-Surat Melayu ...
Menggugat Muhammadiyah