Penulis: Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan
Penerbit:
Grafindo
Jenis Cover: Softcover
Tahun Terbit: 2012, Cet.1
Dimensi: 13.5 x 20.5 cm | 180 halaman
Kondisi:
Baru
Berat: 0.25 kg
Stok:
Tersedia
Pemesanan: SMS/WA 081212-088121
Beli di:
BUKALAPAK
Generasi keempat aktivis gerakan Muhammadiyah yang lahir tahun 1980-an sudah jarang yang memiliki informasi tentang peran pendiri Muhammadiyah Kiai Ahmad Dahlan dalam memperbarui cara kehidupan keagamaan masyarakat Indonesm. Hampir seluruh tradisi sosial Islam negeri ini seperti pengelolaan perjalanan ibadah haji, pengajian di kampung-kampang, khutbah dengan bahasa lokal, pembangunan musolla (tempat shalat) di tempat umum, dan lain sebagainya, adalah terobosan radikal saat itu. Dan Kiai Dahlanlah yang pertama kali mengusulkan agar dI tempat Umum seperti. pasar, stasiun, terminal, bandara (dulu belum ada bandara) dibangun tempat shalat (musolla) kepada Pemerintah |: Hindia Belanda. Demikian pula pemberian pelajaran agama Islam di sekolah (umum; yang waktu itu dikelola oleh pemerintah H|ndia Belanda). Ini tentu saja sebuah lompatan besar, khususnya masa itu, dan hasilnya dapat kita rasakan saat ini.
Buku berjudul Islam Kultural Kiai Dahlan, yang ada di hadapan Anda semua ini amat menarik. Terdiri atas empat bagian Muhammadiyah dan Jalan Dakwah Kiai Dahlan; Etika Kemanusman Kiai Ahmad Dahlan dan Liberalisasi Pendidikan Islam dan Dakwah. Dakwah Jamaah dalam Ekonomi; Dua Wajah Muhammadiyah dalam Dinamika Satu Abad, buku ini menggambarkan bagaimana Kiai Dahlan mewariskan kepada generasi pelanjut dakwah Islam dengan mendirikan ormas yang kini berkembang pesat, Muhammadiyah. Tak hanya itu, dalam karya Ini juga tergambar strategi cerdas Kiai Dahlan dalam mengembangkan dakwah kultural dan Muhammadiyah secara modern, terukur dan maju. Meski sebagian besar merupakan kumpulan tulisan, buku ini tetaplah sangat penting dibaca.