Rp. 35.000 |
Kesepaduan Iman dan Amal Saleh
Penulis: Prof. Dr. Hamka
Penerbit: Gema Insani Press Jenis Cover : Soft Cover Tahun Terbit : 2016, Cet.1 Dimensi : 14.5 x 21cm | 204 halaman Kondisi : Baru Berat : 0.25kg Stok : Tersedia Pemesanan: SMS/WA 081212-088121 Beli di: BUKALAPAK (Buya Hamka) Di zaman sekarang ini, muncul anggapan yang paling penting adalah hati, keyakinan hati pada Sang Mahakuasa, Allah, namun pelaksanaan ibadahnya tidak mengiringi. Timbullah pendapat, shalat tidak harus berupa ritual ibadah, tetapi cukup dalam hati, perempuan tidak harus menutup aurat, yang penting adalah menjaga hati, dan lain sebagainya. Berhati-hatilah bila keyakinan ini mulai menjangkiti umat Islam. Sebab, Rasulullah Sang Suri Teladan umat Islam saja merupakan orang yang paling tekun melaksanakan ibadah dan amal saleh. Bengkak kakinya karena shalat dan uangnya tak pernah tersimpan lama di rumah, segera disedekahkan olehnya. Padahal, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla pun menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi hingga malaikat dan iblis disuruh sujud padanya. Malaikat kemudian memenuhi perintah Sang Khaliq, sedangkan Iblis menentang keras kekhalifahan manusia lalu membangkang atas perintah-Nya. Ketika inilah, manusia dijadikan Allah sebagai makhluk teristimewa. Disuruh-Nya manusia untuk hidup di bumi seraya melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Oleh karenanya, mengapakah manusia yang diistimewakan Allah tidak mau menjalankan dan menjauhi apa yang diperintahkan-Nya? Yang sesungguhnya adalah kebaikan bagi umat itu sendiri? Mengamati apa yang terjadi di sekitar, Buya Hamka tergugah untuk menyusun tulisan-tulisannya berkenaan dengan keimanan yang lekat dengan amal saleh. Sesuai dengan judulnya, Kesepaduan Iman dan Amal Saleh, Beliau menitikberatkan pembahasan pada kesesuaian antara iman dan amal saleh sebagai perwujudan dari keimanan tersebut. Berani mengaku Islam, harus bersedia pula mengerjakan ibadah dan amal saleh lainnya. Itulah iman, percaya pada Allah dan Islam. Berarti juga meyakini segala aturan main yang telah ditetapkan-Nya dalam hidup dan mati kita. Hanya berdasar pada pengakuan sebagai umat Islam saja, tidaklah membuktikan bahwa orang itu beriman dan bertakwa pada Allah. Dengan mencantumkan ayat Al-Qur’an maupun Hadits, Penulis kelahiran tahun 1908 ini mengemas bahasannya berdasarkan sumber yang tiada tandingannya, sumber yang menjadi pedoman hidup manusia. Dengan begitu, pemaparannya dalam buku ini sangat berisi dan penuh makna yang dapat menggugah kesadaran nurani kita. Sudahkah diri ini menyatukan keimanan yang diiringi pengamalan saleh selama hidup? Melalui buku Kesepaduan Iman dan Amal Saleh ini, Buya Hamka juga memberikan beberapa kiat bagi kita yang selama ini berkutat dalam paham yang penting meyakini Allah, beribadah pada-Nya itu tidaklah penting. Berkumpullah dengan sahabat yang mengantarkanmu pada jalan yang diridhai-Nya, teladanilah sunnah Rasulullah saw., lawanlah segala bentuk pertentangan hati dari hal buruk yang hanya membawa kita pada kesesatan dunia dan akhirat, tekanlah nafsu dalam mengejar nikmat dunia yang fana, jangan hanya mendamba surga tanpa bersusah payah menggapai ridha-Nya, dan ingatlah selalu bahwa perintah maupun larangan-Nya adalah kebaikan bagi umat Islam itu sendiri. Itulah yang dimaksudkan keimanan dalam diri seorang muslim. Teguh pendiriannya terhadap ketentuan Allah Azza wa Jalla, Pemilik Agama yang kita akui selama ini. Inilah Islam yang lekat dengan iman dan amal salehnya. Melalui buku ber-cover ungu ini, Buya Hamka pun ingin memberikan deskripsi dan perspektif kepada umat Muslim bagaimana seharusnya menempatkan kadar iman dan amal saleh secara tepat sesuai tuntunan syariat. Yuk, belajar jadi muslim beriman berpadu amal saleh, agar meraih Jannah-Nya berbekal buku Kesepaduan Iman dan Amal Saleh! |

BUKU LAINNYA :

Politik Islam Hindia Belanda

Sejarah Indonesia Modern 1200-2008

Kewibawaan Tradisional, Islam dan P...

Max Weber Sebuah Khazanah

Gadis Pantai

Runtuhnya Istana Mataram

Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam

Misquoting Jesus

Fiqih Jihad

Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia

Sejarah Qiraat Al-Quran di Nusantar...

Islam Subtantif

Gerakan & Pemikiran Islam Indonesia...

Islam Liberalisme Demokrasi

Terusir

Dari Lembah Cita-Cita

Kemi 3: Tumbal Liberalisme

Filsafat Ilmu: Perspektif Barat dan...