Penulis : Agus Sudibyo, Ibnu Hamad, Muhammad Qodari
Penerbit:
ISAI
Jenis Cover : Soft Cover
Tahun Terbit : 2001, Cet.1
Dimensi : 14.5 x 20.5cm | xiii+228 halaman
Bekas
Berat : 0.35kg
Stok :
Terjual, Stok Habis
Pemesanan: SMS/WA 081212-088121
Beli di:
BUKALAPAK
Konflik bernuansa agama begitu mudah meluas dalam amsyarakat kita. Konflik yang terjadi di suatu tempat dapat merembet ke tempat-tempat lainnya oleh sebab-sebab yang tidak jelas. Dalam konteks inilah media massa sering dituding sebagai faktor determinan dalam eskalasi konflik. Media dituduh menyebarluaskan rasa permusuhan, dendam dan kebencian sehingga aroma permusuhan justru merasuki semakin banyak orang. Media dianggap tidak banyak berperan dalam mengajak pihak-pihak yang bertikai untuk saling berjabat-tangan dan minum kopi bersama sebagai tanda perdamaian.
Buku ini mencoba memotret kecenderungan empat media:
Kompas, Media Dakwah, Republika, dan
Suara Pembaruan dalam memberitakan kerusuhan Maluku, Ketapang dan kasus pemboman Masjid Istiqlal. Dengan menggunakan
metode smiotika sosial, teridentifikasi bahwa dalam batas-batas tertentu masing-masing media cenderung memihak kepada kelompok seagama. Para jurnalis tidak dapat sepenuhnya meninggalkan identitas agama yang melekat pada dirinya, sehingga realitas konflik cenderung direkonstruksi berdasarkan solidaritas sebagai orang Islam, atau sebaliknya solidaritas sebagai orang Kristen. Dengan kata lain, berdiri netral diantara pihak-pihak yang bertikai sembari meliput konflik berdasarkan kaedah-kaedah obyektivitas jurnalistik ternyata bukan perkara yang mudah.
Konflik, bagaimanapun memang harus diberitahukan kepada publik. Namun tidak seharusnya presentasi media disesaki dengan rupa-rupa prasangka agama.